Cara Menghubungkan Overleaf ke GitHub
Panduan praktis menghubungkan proyek Overleaf ke GitHub, termasuk cara memakai repository private dan menangani konflik perubahan.
Naskah tesis sudah rapi di Overleaf. Masalahnya, riwayat perubahan masih bergantung pada fitur Overleaf, sementara backup di laptop belum tentu selalu terbaru. Di sisi lain, GitHub sudah menjadi tempat yang nyaman untuk menyimpan source code, melihat perubahan, dan bekerja dengan Git.
Keduanya bisa dipakai bersama. Overleaf menyediakan integrasi GitHub untuk mengirim perubahan dari proyek LaTeX ke repository dan mengambil perubahan dari sana. Tetapi ada satu hal yang perlu diluruskan: integrasi ini bukan sinkronisasi otomatis. Anda tetap perlu melakukan pull atau push dari menu integrasi Overleaf.
Dalam panduan ini, saya membahas dua alur yang tersedia, pilihan repository private atau public, kebiasaan sync yang aman, dan apa yang harus dilakukan saat terjadi konflik.
Sebelum mulai
Siapkan hal-hal berikut:
- Akun Overleaf dengan paket yang mendukung GitHub Synchronization. Pada Overleaf Cloud, fitur ini termasuk fitur premium.
- Akun GitHub di github.com. Integrasi bawaan ini tidak mendukung GitHub Enterprise Server.
- Akses sebagai pemilik proyek Overleaf. Kolaborator tidak dapat membuat koneksi awal ke GitHub.
- Akses ke organisasi GitHub, jika repository akan dibuat di dalam organisasi. Organisasi tersebut juga perlu mengizinkan aplikasi Overleaf.
Repository GitHub harus public atau boleh private?
Boleh private. Repository GitHub untuk sinkronisasi Overleaf tidak harus bisa dilihat semua orang.
Repository private akan muncul ketika akun GitHub yang terhubung memiliki akses ke repository tersebut dan aplikasi Overleaf sudah mendapatkan izin yang diperlukan. Jadi, pilihan public atau private bukan ditentukan oleh integrasinya, melainkan oleh kebutuhan proyek Anda.
Untuk tesis, paper yang belum terbit, data riset, atau dokumen internal, saya akan memilih private. Repository public masuk akal jika source LaTeX memang ingin dibaca dan digunakan orang lain.
Tetap perhatikan isinya. Repository private bukan tempat untuk menyimpan password, access token, data responden, atau file sensitif lain. Private hanya membatasi siapa yang bisa melihat repository; ia bukan pengganti pengelolaan rahasia yang benar.
Pilih titik awalnya dulu
Overleaf menyediakan dua alur:
- Proyek Overleaf yang sudah ada menjadi sumber untuk membuat repository GitHub baru.
- Repository GitHub yang sudah ada menjadi sumber untuk membuat proyek Overleaf baru.
Yang tidak tersedia adalah menghubungkan proyek Overleaf yang sudah ada langsung ke repository GitHub yang juga sudah ada. Karena itu, tentukan dulu mana yang akan menjadi titik awal.
- Naskah sudah dikerjakan di Overleaf? Ikuti alur Overleaf ke GitHub.
- Source LaTeX sudah ada di GitHub? Ikuti alur GitHub ke Overleaf.
Alur 1: membuat repository GitHub dari proyek Overleaf
Gunakan alur ini jika proyek LaTeX Anda sudah berjalan di Overleaf.
Hubungkan akun GitHub ke Overleaf
- Masuk ke Overleaf.
- Buka Account Settings.
- Hubungkan akun GitHub, lalu selesaikan otorisasi.
- Jika repository akan berada di organisasi, pastikan organisasi tersebut mengizinkan aplikasi Overleaf.
Buat repository dari proyek
- Buka proyek Overleaf yang ingin disimpan di GitHub.
- Buka Integrations di panel proyek.
- Pilih GitHub.
- Masukkan nama repository baru.
- Pilih visibilitas repository. Pilih Private jika source belum siap dibagikan.
- Konfirmasi pembuatan repository.
Overleaf akan membuat repository baru dan menghubungkannya dengan proyek tersebut.
Kirim perubahan pertama
Setelah repository dibuat:
- Buka Integrations → GitHub dari proyek yang sama.
- Pilih Push Overleaf changes to GitHub.
- Isi pesan commit jika diperlukan.
- Konfirmasi push.
Buka repository di GitHub untuk memeriksa hasilnya. File .tex, .bib, gambar, dan file proyek lain seharusnya sudah ikut terkirim.
Alur 2: membuat proyek Overleaf dari repository GitHub
Gunakan alur ini jika source LaTeX sudah berada di GitHub.
- Pastikan akun GitHub sudah terhubung ke Overleaf.
- Dari dashboard Overleaf, pilih New project.
- Pilih GitHub repo.
- Pilih repository yang ingin diimpor.
- Klik Import to Overleaf.
Repository private juga bisa dipilih selama akun GitHub yang terhubung memiliki akses dan izin untuk aplikasi Overleaf sudah benar. Overleaf kemudian membuat proyek baru berdasarkan isi repository tersebut.
Kebiasaan sync yang tidak bikin bingung
Karena integrasi ini tidak berjalan otomatis, biasakan menjadikan salah satu tempat sebagai sumber perubahan pada satu waktu. Misalnya:
- Sebelum mulai mengedit di Overleaf, buka Integrations → GitHub.
- Tarik perubahan dari GitHub jika memang ada.
- Edit dan compile dokumen di Overleaf.
- Setelah pekerjaan selesai, buka menu integrasi yang sama.
- Pilih Push Overleaf changes to GitHub untuk membuat commit baru.
Dalam kerja tim, hindari mengedit file yang sama di Overleaf dan GitHub pada waktu bersamaan. Aturan sederhana ini biasanya lebih berguna daripada mencoba memperbaiki konflik setelah dua versi telanjur berjalan sendiri-sendiri.
Jika terjadi merge conflict
Konflik muncul ketika bagian file yang sama diubah di Overleaf dan GitHub sebelum perubahan dari salah satu tempat ditarik terlebih dahulu.
Dalam kondisi ini, Overleaf membuat branch baru di GitHub yang berisi versi dari Overleaf, bukan langsung menimpa branch utama. Anda dapat menyelesaikannya melalui pull request:
- Buka repository di GitHub.
- Buat pull request dari branch yang dibuat Overleaf menuju branch utama.
- Periksa perbedaan file dan selesaikan konflik di GitHub atau secara lokal dengan Git.
- Merge pull request setelah hasil akhirnya benar.
- Kembali ke Overleaf dan tarik perubahan terbaru dari GitHub.
Simpan salinan lokal sebelum menyelesaikan konflik yang besar. Untuk naskah panjang dengan banyak gambar atau file pendukung, langkah kecil ini bisa menghemat waktu.
Batasan integrasi
Ada beberapa batasan yang sebaiknya diketahui sejak awal:
- Overleaf tidak mendukung branch di sisi Overleaf.
- Git LFS dan Git submodule tidak didukung.
- Pull dari GitHub ke Overleaf dapat menggeser atau menghapus track changes dan komentar. Hindari pull ketika proses review di Overleaf masih berlangsung.
- Overleaf menyarankan satu commit tetap di bawah 100 file dan ukuran total proyek di bawah 100 MB agar proses sync lebih aman.
Untuk paper, laporan, atau tesis dengan source LaTeX biasa, batasan ini biasanya tidak menjadi masalah. Jika proyek membutuhkan banyak branch, script build, atau aset berukuran besar, jadikan GitHub sebagai pusat workflow dan gunakan Overleaf terutama untuk menulis serta berkolaborasi.
Ringkasnya
Repository GitHub tidak wajib public. Anda boleh memakai repository private, selama akun GitHub dan aplikasi Overleaf memiliki akses yang sesuai.
Mulailah dari satu titik saja: buat repository baru dari proyek Overleaf, atau buat proyek Overleaf baru dari repository GitHub. Setelah terhubung, tarik perubahan sebelum bekerja dan push setelah selesai. Dengan kebiasaan itu, Overleaf tetap nyaman untuk menulis, sementara GitHub menyimpan riwayat perubahan dan backup source LaTeX Anda.
Referensi
- GitHub synchronization - Overleaf Docs
- Git integration and GitHub synchronization - Overleaf Docs
- Connecting to GitHub - Write Smarter with Overleaf and LaTeX
Catatan transparansi: Artikel ini disusun dengan bantuan AI berdasarkan materi dan arahan dari penulis. Seluruh isi telah ditinjau dan disunting oleh penulis sebelum diterbitkan.